My Adventure

6/03/2014

Pantai Jabu, Pantai Indah yang Terasingkan


Pantai Jabu, Pantai Indah yang Terasingkan

                            

           Melanjutkan Perjalan dari cerita sebelumnya yaitu dari Pantai Cakang aku dan teman2ku menuju ke Pantai Jabu yang berada di Pulau Galang.
Mendengar Kata Pantai Jabu pasti jarang terdengar oleh telinga masyarakat Batam. Walaupun letaknya yang sangat strategis yaitu di dekat gerbang masuk Bekas Camp Vietnam dan bersebelahan dengan Pantai Melur, tapi pantai ini jarang dikunjungi oleh Masyarakat Batam. Nggak tau juga ada cerita tertentu di tempat ini atau apa yang menyebabkan Pantai ini menjadi sepi, Bahkan hampir seperti Pantai Pribadi yang kosong. Kalau menurutku sih tempat ini sepi karena akses jalan menuju ke Pantai nya sangatlah berbahaya, masih bebatuan besar dan ada turunan curam, mungkin dulunya tempat ini memang dibuat untuk tempat rekreasi masyarakat, tetapi karena akses jalannya yang susah maka pantai ini pun menjadi sepi. Buktinya di tempat ini sudah ada fasilitas2 seperti warung2 dan toilet, Serta tersedia layanan pemesanan Cottage juga.


             Keadaan dan suasana pantai ini hampir sama dengan Pantai Melur yang menawarkan pasir putihnya, karena memang masih satu deret pantai dengan Pantai Melur. Hanya saja tempat ini lebih sepi dan seperti pantai yang masih terjaga kebersihannya,hampir seperti Pantai pribadi. Pasir putihnya yang masih halus tanpa jejak manusia, Air lautnya yang masih bening, menambah daya tarik tempat ini.



Mungkin suatu saat dimana Pantai ini sudah benar2 dikelola untuk umum, kita tidak bisa menikmati hal2 seperti itu lagi. Hanya bisa berharap orang2 yang datang sadar akan tugas mereka menjaga tempat itu juga, tidak hanya datang dan mengotori saja seperti pantai2 lainnya.

Dan saya yakin, Pulau Batam banyak mempunyai Pantai seperti Pantai Jabu ini. Pantai yang masih asri,yang bisa menjadi alternatif pelepas penat warga Batam tapi tanpa harus merusak atau mengotorinya.


Koleksi Foto :





5/09/2014

Pantai Cakang, Pantai di ujung Barelang



             Mendengar kata Pantai Cakang untuk warga Batam khususnya mungkin banyak yang belum pernah dengar dan bahkan bertanya – tanya dimanakah letak pantai tersebut. Karena memang untuk warga Batam, pantai ini bukanlah termasuk Pantai di sekitar deretan pantai Melayu, Mirota ataupun Melur yang banyak sering di datangi oleh warga Batam sebagai tujuan rekreasi. Letak Panati ini masih di deretan Pantai Barelang, tapi tepatnya di Ujung Barelang yang jauh di sana, yaitu melewati Jembatan 6 Barelang sampai ujung Pulau Galang Baru. Untuk sampai kesana butuh waktu sekitar 2 – 3 jam perjalanan dari Jembatan 1 Barelang.

        Awal Bulan Februari kemarin, Aku dan kelima temanku dalam acara yang nggak jelas juga mau kemana sebenranya. Awal rencana kami akan ke Pulau Bintan dengan menyebrang membawa motor, tapi karena kesalahan informasi yang di dapat, motor kami pun tidak bisa di bawa keluar Batam karena termasuk motor  FTZ (Free Trade Zone) artinya motor kami itu bebas dari pajak, sehingga kalau untuk keluar Batam kita harus membayar pajak harga motor kita sekitar 10% dari harga motor.

           Akhirnya diputuskan kita menuju ke Jembatan Barelang dan mencari pantai yang belum pernah kita datangi sebelumnya. Dan akhirnya semua setuju untuk menuju ke Panati Cakang, Pantai terakhir di rangkaian Jembatan Barelang. Untuk menuju ke sana, benar – benar harus di siapkan motor yang masih bagus mesinnya, karena sebelumnya aku pernah mau ke sana tapi karena yang aku pakai motor lama, jadi motorku mogok di jalan, dan itu nggak banget sumpah, karena bayangin saja, di sana sangat jarang bengkel, paling ada dengan jarak sekitar 1 KM an. Jadi kalau memang motor kita mogok, terpaksa kita harus bersusah payah membawanya sampai bengkel terdekat (seperti yang saya alami sendiri -__-).

         Keadaan pantai ini masih sangat alami dan bagus. Banyak pulau2 kecil di sekitarnya. Walaupun di sebut pantai, tapi Pantai Cakang hanya mempunyai sedikit bibir pantai yang berpasir, dikarenakan juga pantai ini merupakan daerah tanaman bakau, jadi di bibir pantai lebih banyak tanaman bakaunya. Tapi itu nggak mengurangi keindahan dari Pantai ini.




            Pantai ini sebenernya jenis pantai yang mempunyai sedikit pasir untuk bermain, karena lebih banyak karang di pantai ini. Tapi tenang saja,untuk yang ingin berenang, di sini terdapat seperti sebuah kolam yang dibatasi oleh akar tanaman bakau,dan akan terisi penuh saat air sedang pasang, jadi berenang disitu serasa sedang berenang di sebuah kolam. Pantai ini sebenarnya hanyalah sebuah daratan karang, jadi bisa di bilang pantai ini sangat sempit,hanya berupa jalan lurus seperti taman yang ujungnya berupa karang yang sudah bertemu laut lepas.



            Untuk yang ingin mengunjungi Pantai ini, di harapkan bisa menjaga kebersihan dan kemurnian tempat ini. Jangan sampai tempet ini menjadi seperti pantai2 lain yang sudah kotor lingkungannya karena pengunjung yang suka membuang sampah sembarangan dan merusak alam yang ada. Harapannya ke depan, Pantai Cakang lebih dikenal orang lagi, tetapi dengan masih menampilkan keindahannya.

Koleksi Foto :








3/10/2014

Pantai Tanjung Pinggir, Pantai dengan Latar Belakang Singapura


               Wah, nggak terasa ya ternyata udah berganti tahun aja. Dan udah cukup lama juga nggak aktif ngeblog. Dan nggak terasa juga ternyata udah 1 tahun aku mulai menulis di blog ini. Happ New Year Semuanya, semoga di tahun ini kita lebih baik lagi, Amiin (Telat banget ngucapinnya -___-). Untuk cerita pertamaku di tahun 2014 ini, aku mau menceritakan tentang Pantai Tanjung Pinggir di daerah Sekupang (kenapa pantai lagi ? karena di Batam hanya terdapat pantai, tidak ada gunung, jadi mohon mengertilah #_#). Satu lagi nih Pantai yang sering banget jadi andalan warga Batam untuk berlibur bersama keluarga. Pantai ini cukup mudah akses jalannya karena dekat juga dengan Pelabuhan Kapal Sekupang (salah satu pelabuhan yang cukup besar di Batam). Tapi asal tau saja, untuk sampai ke sana dari Pelabuhan Sekupang harus menggunakan taksi atau ojek, karena tidak ada kendaraan umum yang melintas, karena memang tempatnya yang cukup terpencil.




                 Dulunya Pantai Tanjung Pinngir adalah kawasan milik sebuah Hotel, sekarang bangunan hotelnya telah di hancurkan, dan hotelnya sudah pindah tempat ke daerah Jodoh. Tapi masih ada terdapat puing – puing bangunan hotel tersebut yang masih tersisa seperti bekas kolam renang. Ada hal menarik yang bisa kita lihat saat menuju Pantai Pinggir, yaitu patung Dewi Kwan In yang sangat besar yang berada di kawasan KTM Resort.

                  Yang menarik dari Pantai Tanjung Pinggir ini adalah viewnya yang langsung bisa melihat Singapura dengan sangat jelas dengan mata telanjang kita. Jadi seakan – akan Negeri Singa tersebut sangatlah dekat dari pantai tersebut. Apalagi kalau saat cuaca cerah, Negeri Singa begitu terlihat dengan megahnya.




                  Saat berkunjung ke sana, langit lagi sedikit mendung jadi nggak bisa melihat Negeri Singa dengan jelas. Suasana malam hari di sana lebih indah dan keren di bandingkan saat siang, karena Negeri Singa sangat indah terlihat dengan kilauan lampu yang berwarna warni yang menghiasi Negeri tersebut.

               Jadi nggak ada ruginya saat berkunjung ke Batam untuk mengunjungi Pantai ini. Tapi tetep ingat ya, jaga kebersihan Lingkungan kalau mau tempat itu indah untuk seterusnya.


Koleksi Foto :







12/11/2013


Ocarina




Satu tempat lagi nih di Batam yang asyik buat nongkrong, baik buat muda - mudi, keluarga, maupun beramai - ramai bersama teman - teman yaitu Pantai Ocarina atau Coastarina. Ocarina ini tempatnya sangat strategis, yaitu sangat dekat dengan salah satu tempat yang cukup rame di Batam, yaitu Batam Center. Batam Center sendiri juga merupakan tempat pusat pemerintahan Kota Batam. Semua perangkat Pemerintahan hampir ada di sana, bisa juga dibilang merupakan Ibukota dari Batam .Disana juga terdapat berbagai fasilitas umum seperti Mall (Mega Mall), Taman Bermain (Engku Putri) atau banyak orang yang menganggapnya sebagai Alun - Alun Kota Batam,Masjid Agung, Pelabuhan baik lokal maupun ke Singapura, Universitas, dll. Tapi untuk tingkat keramaian, Batam Center ini masih kalah dari Nagoya sebagai pusat perbelanjaan dan bisnis di Batam. Tidak seperti Pantai yang lainnya yang jaraknya lumayan jauh dari keramaian. Dengan konsep yang memang dijadikan tempat untuk berekreasi keluarga khususnya, Ocarina ini menyediakan berbagai wahana dan permainan yang dapat dinikmati baik secara gratis maupun membayar. Untuk yang secara gratis ada taman bermain buat anak - anak kecil, taman rumput untuk bersantai keluarga. Untuk yang membayar yaitu ada kolam renang untuk anak - anak, paint Ball, Wahana Kincir Angin, Jet Ski, Penyewaan Sepeda, Foto langsung jadi, ada juga tempat makan tepi pantai yang pasti sangat indah suasanannya. Salah satu yang terkenal dari Ocarina ini adalah tulisan COASTARINA yang sangat besar,mirip dengan tulisan yang ada di pantai Losari, Makassar (Di Pantai Losari bertuliskan PANTAI LOSARI).




Walaupun tempat ini berada di Batam Center yang notabene banyak orang yang berdatangan, tapi untuk ke tempat ini harus menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak ada kendaraan umum yang melintas ke sana. Ada juga Cuma sampai jalan besar saja, dan masih harus berjalan cukup jauh. Aku sudah seringkali mengunjungi tempat ini. Karena untuk mengunjungi tempat ini tidaklah harus pada hari libur, karena sangat mudah dan dekat untuk ke sana, jadi bisa ke sana walaupun pada sore hari. Tapi memang kalau pas hari libur seperti Hari Minggu itulah banyak pengunjung yang datang.







Tapi walaupun sudah sering kesana, nggak tau kenapa nggak pernah merasa bosan saja untuk terus kesana. Mungkin karena pemandangan di sana yang indah,apalagi waktu saat menjelang senja,langit senja dan suasana tempatnya yang seperti tidak di Indonesia kalau kita berada di sana. Hal menarik lain yang ada di sana yaitu adanya patung – patung 12 Shio. Patung – patung tersebut di letakan berbaris dengan jarak sekitar 2 – 3 meter antar patungnya,di mulai dari pintu masuk Ocarina sampai ke dalam. Jadi para pengunjung bisa berfoto dengan shio yang sesuai dengan Shio mereka ataupun Shio dengan patung paling keren menurut mereka.



Adanya tempat yang seperti ini semoga bisa di jaga oleh semua pengunjung yang datang, agar tempat ini selalu bisa memikat para pengunjung lain saat datang ke tempat ini. Karena, yang dating ke tempat ini bukanlah hanya para orang yang berada di Batam saja, tapi banyak juga turis yang datang ke tempat ini. Dan berharap saja, makin banyak tempat yang seperti ini yang di buat oleh Pemerintah Batam.

Foto -foto:






                                                        Salah satu patung shio (Shio Naga)

9/25/2013

Pancuran Muka Kuning, Taman Wisata Alam yang Tersembunyi
 
 
 
 
     Di awal aku menulis blog ini,dulu sudah aku ceritakan tentang pancuran yang terdapat jauh di tengah hutan Muka Kuning sana katanya. Kalau belum ke sana dan melihatnya sendiri rasanya belum bisa percaya. Batam yang notabene tidak mempunyai gunung (adapun paling bukit dengan ketinggian kurang dari 800 Mdpl), jadi banyak yang bertanya darimana asal pancuran tersebut. Sudah hampir satu tahun yang lalu rencana ke sana telah di buat, tapi karena tidak juga menemukan waktu yang pas, maka baru minggu kemarin lah aku dan dua orang temanku (Bagus & Jarwo) mencoba membuktikan dan  melihat sendiri seperti apa Pancuran Muka Kuning tersebut.
 
    Hari minggu tanggal 23 September 2013 kemarin, kami bertiga sudah berniat akan ke sana dari minggu yang lalunya. Karena minggu yang lalu cuacanya tidak mendukung, jadi kami baru bisa kesana pada minggu itu. Rencana awal kami, motor kami titipkan di Plasa Batamindo (supaya agar aman, juga karena cuma dari titik itu kami dapat info untuk memulai perjalanan dari membaca sebuah blog). Saat itu kami benar – benar tidak tahu arah, hanya mengandalkan tulisan dari blog tersebut yang isinya menurutku kurang lengkap. Jadi kami berangkat pagi2 agar tidak terlalu kesingan kalau misalnya kami tersesat nantinya. Dan di blog ini saya mencoba memberikan petunjuk yang cukup jelas bagi teman – teman yang ingin ke tempat tersebut.
     Jika kalian dari Batu Aji dan tidak membawa motor, bisa juga naik bimbar, lalu turun di depan Plasa Batamindo. Karena kami memarkir motor di Plasa Batamindo, jadi kami harus menyeberang lewat jembatan penyeberangan. Lalu di lanjut berjalan ke arah Desa Nusantara (dikenal juga Desa Dam atau Kampung Aceh). Cuaca yang terik dan jalan yang benar2 kita tidak ketahui membuat kami selalu bertanya – tanya apakah jalan yang kami lalui benar atau tidak. Sampai akhirnya kami sampai di Pos securiti seperti yang di jelaskan di blog tersebut. Kami pun mulai yakin dengan arah yang kami lalui.
 

    Dari sini kami mulai melewati daerah hutan, karena Pos tadi merupakan gerbang memasuki kawasan Wisata Alam Muka Kuning. Dari sini kami mengikuti pagar besi yang membatasi hutan dengan Dam. Sampai di ujung Pagar besi, ada dua jalan yang ada, yaitu naik ke atas bukit atau memasuki kawasan hutan. Karena pagar besi tersebut sudah terbuka seperti memang ada yang sengaja membuatnya, jadi kami putuskan untuk masuk ke pagar besi tersebut (karena menurut info kita harus menyusuri Dam Muka Kuning).
 

    Berjalan di tengah suasana hutan seperti itu sangat membuat aku kangen dengan Gunung dan Hutan di Pulau Jawa sana. Beberapa menit kemudian sampailah kami di jembatan 1 (jangan dibayangkan seperti jembatan Barelang loh ya). Jembatan ini hanyalah sebuah pohon besar yang di jatuhkan ke air dan dijadikan jembatan untuk menyeberang. Dan untuk sampai ke Pancuran, kami harus melewati 4 jembatan. Waktu perjalanan nggak terlalu lama sih, dari satu jembatan ke jembatan lain hanya berjarak berapa ratus meter saja. Jam 12 siang kami akhirnya sampai di Pancuran. Tepatnya 1,5 jam perjalanan telah kami lampui untuk sampai ke tempat tersebut.


 
   Terlebih dahulu kami bersantai menikmati suasana hutan yang sangat tenang di sana sambil makan siang (kami bawa bekal makanan dari rumah..hehe). Disana juga masih banyak monyet yang liar loh, tapi jangan sekali2 mencoba berburu mereka loh ya. Itu sangat di larang. Dimana pun kita berada, jangan sampai merusak ekosistem yang ada.
   Waktu bersantai pun selesai, saatnya menikmati berenang di Pancuran. Bagi yang tidak bisa berenang jangan coba2 ke tengah loh ya, karena airnya cukup dalam. Tapi hanya aku dan Bagus yang berenang, dan Fajar menjaga barang2 dan bagian untuk dokumentasi.. hehe..Disepanjang perjalanan menuju ke sana ternyata banyak banget orang yang pergi untuk memancing. Padahal di sana tempatnya jauh dari keramaian (mungkin banyak ikannya di situ ya..hehe). Untuk yang ingin mencoba ngecamp di sana juga terdapat tanah lapang yang cukup luas loh. Pengen rasanya kapan2 mencoba ngecamp di sana.
 

   Untuk yang ingin mencoba dan penasaran ke sana, persiapkan apa saja alat dan kebutuhan yang di butuhkan untuk ke hutan ya, jangan asal ke sana tanpa persiapan. Apalagi kalau saat musim hujan, karena jalannya pasti akan licin, jadi kalian harus berhati2. Dan ingat, jaga kebersihan. Bawa pulang sampah yang kalian bawa saat datang.
 
 “Janganlah Meninggalkan Sesuatu kecuali Jejak”
  “Janganlah Mengambil Sesuatu kecuali Gambar”
  “Janganlah Memburu Sesuatu kecuali Waktu”
 
 
Koleksi Foto :